Selasa, 27 September 2016

Waking Hypnosis

Waking Hypnosis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di salah satu weekend di bulan Mei 2008, dalam rangkaian pelatihan hipnoterapi 100 jam, saya sempat bertemu dengan beberapa kawan yang juga menyelenggarakan pelatihan di ruang berbeda di lantai 6 Hotel Ciputra, Jakarta. Saya menggunakan kesempatan ini untuk berbincang sejenak sambil berfoto bersama.

Di sela-sela obrolan kami tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Pak, main hipnosis dong.”

Sambil tersenyum saya menoleh ke seorang staf kawan saya, sebut saja Lani, dan berkata, “Coba satukan kedua jari Anda. Letakkan di depan mata sekitar 20 cm dan sekarang kedua jari Anda lengket tidak bisa dilepas.”

Apa yang terjadi kemudian?

Benar, jari Lani lengket. Tidak bisa dilepas. Semakin ia berusaha melepas kedua jarinya semakin lengket jadinya. Lani tampak mulai panik. Sambil terus berusaha melepas kedua jarinya, tapi tetap nggak berhasil, ia berkata, “Pak… Pak.. ini kok bisa jadi begini? Kenapa nggak bisa dilepas?”

Sudah kepalang tanggung… saya teruskan main-main ini dengan membuat Lani nggak bisa jalan, kakinya lengket di lantai, dan saya membuat punggung tangan kanannya mati rasa sehingga tida
... baca selengkapnya di Waking Hypnosis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 18 September 2016

Tukang Rombeng

Tukang Rombeng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yohanes 10:11).

Untuk orang seperti siapakah Dia datang? Untuk bilangan waktu manakah Dia menjelang? Berikut adalah kisah yang menunjukkan kepada siapa dan kapan Dia akan datang. Semuanya, hanya satu saja dasarnya: Cinta!

Menjelang fajar, pada suatu hari Jumat, saya melihat seorang pria muda, tampan, dan kuat, berjalan di lorong-lorong kota kami. Dia menarik gerobak yang penuh dengan pakaian baru sambil berseru dengan suara nyaring, "Rombeng!" Ah, udara berbau busuk dan cahaya yang muram itu dilintasi oleh suara musik yang indah.

"Rombeng! Baju lama ditukar baju baru! Saya menerima baju rombeng! Rombeng!"

"Sekarang inilah keajaiban," pikir saya dalam hati, karena pria ini tinggi besar, dan lengannya kukuh seperti dahan pohon, keras dan berotot. Matanya menyorotkan kecerdasan. Apakah dia tidak dapat mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga memilih menjadi tukang rombeng di kota yang kumuh? Saya mengikutinya karena keingintahuan saya yang besar. Dan, saya tidak kecewa. Tukang rombeng itu melihat seorang wanita duduk di beranda belakang.

Dengan saputangan menutupi wajahnya, dia menangis, mengeluh dan mencucurkan ribuan tetes air mata. Lutut dan sikunya membentuk huruf X. Bahunya bergetar. Hatinya hancu
... baca selengkapnya di Tukang Rombeng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 16 September 2016

Wiro Sableng #168 : Mayat Kiriman Di Rumah Gadang

Wiro Sableng #168 : Mayat Kiriman Di Rumah Gadang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK

SESUAI perjanjian yang dibuat para Datuk Luhak Nan Tigo sebelum berpisah di Ngarai Sianok, Datuk Kuning Nan Sabatang dari Luhak Agam dan Datuk Bandara Putih dari Luhak Limapuluh Kota selepas sholat Asar telah berada di rumah gadang kediaman Datuk Panglima Kayo di Batu Sangkar. Turut kepada gelarnya, Datuk Panglimo Kayo adalah Datuk paling kaya dibandingkan dua Datuk lainnya termasuk Datuk Marajo Sati. Tidak heran kalau rumah gadang kediamannya berdiri megah bergonjong lima. (rumah gadang: rumah besar)

Setelah apa yang terjadi di Ngarai Sianok pagi hari itu, Tiga Datuk pimpinan tiga Luhak merasa perlu dengan segera merundingkan tindakan apa yang akan mereka lakukan sesudah Datuk Marajo Sati yaitu yang menjadi Datuk Pucuk atau Datuk Pimpinan dari Tiga Datuk Luhak Nan Tigo diketahui menyimpan seorang gadis Cina cantik belia di dalam goa kediamannya di Ngarai Sianok.

Ternyata Datuk Panglimo belum sampai di rumah gadang.

"Aneh", kata Datuk Kuning Nan Sabatang. "Seharusnya Datuk Panglimo Kayo lebih dulu tiba daripada kita..."

"Mungkin ada yang dilakukann
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #168 : Mayat Kiriman Di Rumah Gadang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 13 September 2016

May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)

May Day (Perjuangan Tanpa Akhir) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pagi yang cerah, puluhan sepeda motor berjejer, berbaris rapi di depan PT MCS, sebuah pabrik perakitan komputer yang konon terbesar di jawa timur, puluhan satpam pabrik berkumpul, berbaur dengan para buruh, namun tidak ada permusuhan atau suasana tegang, semua tampak kompak, ceria dan semangat. “Siap bos, bendera wis siap juga”, tukas nyong, salah satu buruh pabrik tersebut’. Sebuah bendera besar warna biru dengan huruf kapital besar warna putih bertuliskan “Serikat Pekerja Seluruh Indonesia”, selaras dengan kaos warna putih dengan tulisan yang sama, yang dikenakan oleh seluruh buruh yang berkumpul di depan pabrik tersebut, “Ok, sudah siap semua rek? bendera ne’ di pegang Nyong sama Selamet, sing kenceng rek kalo pegang bendera”, perintah cak Wakid, salah satu supervisor di pabrik yang terkenal cukup vokal, dia juga sering di percaya oleh para buruh untuk memimpin demo dan merupakan ketua serikat buruh di pabrik MCS. “Mayday.. mayday”, “Hidup buruh.. hidup buruh”, teriak para buruh tersebut dengan lantang dan penuh semangat, “Ayo rek, berangkat”, Ucap cak Wakid dengan lantang dan penuh semangat, memberi komando kepada sekitar lima puluhan buruh pabrik, hari ini tanggal 5 mei mereka berangkat untuk bergabung dengan ribuan buruh lain untuk
... baca selengkapnya di May Day (Perjuangan Tanpa Akhir) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wayang Indonesia

Wayang Indonesia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Teet… teet… teet… {bel tanda masuk kelas berbunyi}.
Tak seperti biasanya kali ini bu Eni {wali kelas kami} datang dengan seorang anak perempuan di sampingnya.
“Anak anak hari ini di kelas kita akan kedatangan murid baru, Tasya silahkan perkenalkan dirimu” Kata bu Eni.
“Hai! pekernalkan namaku Putri Anastasya, kalian bisa memanggilku Tasya, aku pindahan dari Jakarta” Kata Tasya sedikit malu malu.
“Terima kasih Tasya, sekarang silahkan duduk di tempat yang kosong!” Perintah bu Eni. Saat mendengar kata kata bu Eni aku langsung terkejut, karena satu satunya tempat duduk yang kosong ada di sampingku.

“Namaku Nissa, salam kenal” Kataku sambil mengulurkan tangan padanya.
“Tasya, salam kenal juga” Balasnya sambil mengambil uluran tanganku.

Beberapa jam kemudian…
Saat pelajaran tengah dimulai, tiba tiba bapak kepala sekolah datang membagikan formulir kegiatan Ekstrakulikuler.
“Kira kira, kamu pilih Extra yang mana, Tasya?” Tanyaku.
“Dance modern k-pop dong… kalau kamu?” Tasya balik bertanya.
“Pastinya, dalang wayang Indonesia dong…” Jawabku mantap.
“Hmmm… Dalang? Wayang? apa itu?”
“Da
... baca selengkapnya di Wayang Indonesia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 05 September 2016

Cahaya Untuk Icha

Cahaya Untuk Icha Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“ aah Riki, basah tahu.. aah udah..” rengekku ketika bermain pistol air bersama Riki sahabat kecilku. Tawa kami bisa jadi tawa paling istimewa di kompleks ini. Rumahku dengan rumah Riki bersebelahan, bahkan jendela kamarku dengan jendela kamarnya pun saling berhadapan. “ Icha…!!! iiih lengket nih.. malu tahu belepotan ” jerit Riki saat kulempari dia dengan kue tart ulang tahunnya yang ke-10. Senyum riangnya selalu menghiasi hariku. Aku juga sering bermain telephone kaleng yang dihubungkan dari kamarku sampai kamar Riki, dan juga sebuah kotak musik pemberian seorang kakek yang kami temui didekat sekolah kami gunakan kotak musik itu untuk bermain sebagai game tantangan bagi kami berdua.

Namun kini semua berubah, aku seperti kehilangan sosok Riki yang dulu. Tak lagi kupernah melihat tawanya, hanya senyum kecil yang ia berikan kepadaku, dan disaat kutembaki dia dengan balon air dia lebih memilih untuk menghindar dari pada membalasku. “ Cha, udahlah.. kita bukan anak kecil lagi ” katanya. Matanya yang indah tampak melayu dan suram berbeda dengan dulu yang selalu berbinar.
Tiga jam aku menunggu disini berharap ia akan datang, yah aku sedari tadi memang menunggu Riki. Menunggu dan menunggu dibawah pohon tua dipinggir danau. Tiba-tiba phonselku menyala dan bergetar, oh ternyata sebuah pesan darinya yang berisikan “maaf, hari ini aku tidak bisa menemuimu” oh betapa kecewanya aku. Gerimis dan angin sepoi-sepoi mener
... baca selengkapnya di Cahaya Untuk Icha Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri

Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Merdeka!! Tepat di hari Minggu, 17 Agustus 2008, hari kemerdekaan RI ke 63, saya diundang talkshow di Malang bersama Y.M. Uttamo Mahathera. Topik talkshow kali ini mengenai pengembangan potensi diri. Nah, ide menulis artikel ini muncul di tengah serunya acara tanya jawab yang dihadiri lebih dari 600 peserta.

Judul artikel ini mengatakan bahwa ada lima kekuatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan potensi diri. Apakah lima kekuatan itu? Ini yang akan saya jelaskan secara urut di artikel ini.

Pertama, yaitu Kekuatan Keyakinan atau The Power of Belief. Mengapa harus dimulai dengan Kekuatan Keyakinan? Keyakinan adalah fondasi untuk melakukan apa saja. Kita baru akan bertindak bila kita merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin maka upaya yang kita lakukan akan dikerjakan dengan setengah hati. Dan kita tahu, apapun yang dilakukan dengan setengah hati, tanpa kesungguhan, maka hasilnya pasti tidak akan pernah maksimal. Seringkali upaya kita, jika diawali dengan perasaan tidak yakin, akan berakhir dengan kegagalan.

Yakin pun ada syaratnya, tidak asal yakin. Yakin yang saya maksudkan di sini adalah yakin yang berlandaskan kebijaksanaan dan akal sehat. Tidak a
... baca selengkapnya di Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 04 September 2016

Sisa Hariku

Sisa Hariku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu hari di kota Surabaya terdapat seorang anak yang bernama Defi. Dia anak yang sangat sombong, nakal dan boros. Karena ibu dan ayahnya punya uang banyak ia selalu menghamburkannya dengan belanja membeli baju perhiasan dan lain lain, sampai pada saat pulang dari belanja kepalanya terasa sakit tetapi dia tidak menghiraukannya, sampai beberapa hari kemudian kepalanya terasa semakin sakit. Lalu orang tuanya membawanya ke rumah sakit. Ternyata kata dokter dia mengidap penyakit kanker otak yang sangat parah yang membuat hidupnya hanya tinggal 60 hari saja.

30 hari telah dilaluinya dengan kondisi lemah dan tak bersemangat. semenjak kejadian itu Defi menjadi anak pendiam dan jarang berbelanja dengan teman-temannya lagi. Pada saat sore sepulang sekolah ibu defi menemui Defi dan berkata “DEfi umurmu hanya tinggal 30 hari lagi bagaimana kalau kamu gunakan untuk meminta maaf kepada teman temanmu?” dengan perasaan agak sedih. “iya ma Defi coba” jawab defi dan dia langsung lari masuk ke kamarnya karena ingat umurnya yang tinggal 30 hari saja.

Sejak sore itu Defi berubah drastis. Jika ada temannya yang kesusahan dia selalu membantu wlau dengan keadaan lemas. sampai ada anak baru di sekolah itu dia terlihat sangat semangat tidak seperti Defi..
... baca selengkapnya di Sisa Hariku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 03 September 2016

Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat

Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : 113 LORONG KEMATIAN

DALAM episode sebelumnya, "Bendera Darah" dan "Aksara Batu Bernyawa", diceritakan bagaimana Sinto Gendeng muncul di malam buta ketika Wiro Sableng secara tidak terduga dibokong oleh salah seorang anggota komplotan manusia pocong. Sebuah bendera darah menancap di dada Wiro. Di tempat itu hadir Wulan Srindi murid Perguruan Silat Lawu Putih yang mengaku sebagai murid Dewa Tuak dan tengah mencari Pendekar 212 sehubungan dengan ikatan jodoh di antara mereka. Selain Wulan Srindi, di situ juga ada Jatilandak dan Loh Gatra yang istrinya diculik komplotan manusia pocong. Sementara itu, tanpa diketahui orang-orang tersebut, Bidadari Angin Timur dan Setan Ngompol bersembunyi dalam gelapnya malam, di balik kerimbunan semak belukar lebat. Diam-diam kedua orang ini mengikuti semua apa yang terjadi di tempat itu.

Walau Sinto Gendeng tertawa cekikikan sehabis mengerjai muridnya dengan berpura-pura hendak mencekoki Wiro dengan air kencing yang diperas dari ujung kain, tak seorangpun mau ikutan tertawa. Jangankan tertawa, senyum saja tak ada yang ber
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu